PreSonus SLS 312AI merupakan speaker aktif profesional yang memadukan konfigurasi 3-way, amplifier Class D 2.000 watt RMS, DSP 32-bit 96 kHz, serta kontrol jaringan. Kombinasi tersebut membuatnya cocok untuk kebutuhan live sound, instalasi venue, hingga aplikasi mobile yang membutuhkan kualitas suara tinggi.
PreSonus merancang speaker ini melalui teknologi Active Integration. Sistem tersebut memungkinkan teknisi melakukan setup, tuning, dan monitoring melalui jaringan kabel maupun nirkabel. Pengguna dapat mengakses berbagai parameter melalui iPad, Mac, atau laptop Windows.
Tidak hanya mengejar volume yang tinggi, sistem ini juga berfokus pada imaging dan intelligibility. Teknologi CoActual dan pemrosesan DSP membantu menghasilkan suara yang lebih detail dan terkontrol.
Speaker Aktif 3-Way dengan Woofer 12 Inci
Sistem 3-way menjadi salah satu fondasi utama perangkat ini. PreSonus menggunakan transduser low-frequency ferrite berukuran 12 inci untuk menangani frekuensi rendah.
Bagian midrange dan high-frequency menggunakan driver coaxial CoActual 8 inci. Driver tersebut menggabungkan midrange dan compression driver dalam satu desain coaxial.
Konfigurasi ini menghasilkan sistem full-range dengan karakter midrange yang halus dan low-end yang kaya. Pembagian kerja antar-driver juga membantu setiap bagian bekerja pada rentang frekuensi masing-masing.
Woofer 12 inci memberikan keseimbangan antara performa dan ukuran kabinet. Pengguna mendapatkan sistem full-range yang cukup bertenaga tanpa harus membawa kabinet 15 inci.
Teknologi CoActual untuk Reproduksi Suara Lebih Natural
Salah satu fitur yang menjadi perhatian adalah teknologi CoActual. PreSonus menggunakan driver midrange ferrite 8 inci dan compression driver titanium 1,75 inci dalam desain coaxial.
Konfigurasi tersebut menciptakan acoustic center yang konsisten. Frekuensi menengah dan tinggi berasal dari titik sumber yang sama.
Desain single-point-source juga memberikan respons yang lebih simetris. Pendekatan ini membantu mempertahankan imaging saat audiens mendengarkan dari posisi berbeda.
Hasilnya terasa pada detail vokal dan instrumen. Sistem dapat menghasilkan karakter suara yang lebih natural dalam berbagai aplikasi.

Baca Juga: PreSonus SLS 315AI: Speaker Aktif 3-Way 2.000 Watt dengan DSP dan Kontrol Jaringan
Amplifier Class D Triamped 2.000 Watt
Speaker ini menggunakan amplifier Class D dengan total daya 2.000 watt RMS. Sistem menggunakan konfigurasi triamped untuk membagi penguatan berdasarkan bagian frekuensi.
Distribusi amplifikasinya mencakup:
- LF: 2 x 500 watt
- LF: 1 x 1.000 watt
- MF: 1 x 500 watt
- HF: 1 x 500 watt
Pembagian tersebut memungkinkan bagian low, mid, dan high mendapatkan penguatan tersendiri.
Pengguna juga tidak membutuhkan power amplifier eksternal untuk menjalankan speaker. Seluruh sistem amplifikasi sudah berada di dalam kabinet.
DSP 32-Bit 96 kHz untuk Pemrosesan Profesional
Kekuatan speaker ini tidak hanya berasal dari driver dan amplifier. PreSonus membekalinya dengan Active Integration DSP 32-bit 96 kHz.
Sistem menggunakan 32-bit floating-point DSP. Pemrosesan tersebut menangani crossover, equalization, limiting, serta berbagai koreksi sinyal.
DSP juga menyediakan Temporal Equalization. Teknologi ini membantu mengoreksi pantulan horn serta anomali waktu dan amplitudo.
PreSonus merancang DSP dengan kapasitas pemrosesan yang besar. Pengguna dapat menjalankan berbagai fungsi tanpa harus menambahkan banyak perangkat processor eksternal.
Temporal Equalization dan Coaxial Speaker Coherence Alignment
Desain horn dapat membantu menghasilkan output tinggi. Namun, pantulan dari struktur horn dapat memengaruhi karakter respons audio.
Temporal Equalization membantu mengoreksi karakter tersebut. Sistem melakukan koreksi terhadap anomali waktu dan amplitudo.
PreSonus juga menggunakan Coaxial Speaker Coherence Alignment. Teknologi ini membantu menjaga hubungan antar-driver tetap terkontrol.
Kombinasi keduanya mendukung reproduksi suara yang lebih linear. Teknisi juga dapat melakukan tuning dengan lebih presisi melalui DSP internal.
Empat Mode untuk Berbagai Kebutuhan
Speaker ini menyediakan empat mode operasi. Setiap mode memiliki karakter yang disesuaikan dengan kebutuhan tertentu.
Normal ditujukan untuk penggunaan live front-of-house. Mode ini cocok ketika speaker berfungsi sebagai sistem utama.
MP3 dirancang untuk pemutaran musik. Pengguna dapat memilih mode ini ketika sistem menangani playback.
Floor Monitor digunakan ketika speaker berfungsi sebagai stage wedge. Mode tersebut membantu menyesuaikan sistem dengan kebutuhan monitoring musisi.
Sementara itu, User memberikan ruang untuk membuat preset sendiri. Teknisi dapat menyimpan konfigurasi sesuai kebutuhan venue.
Fitur ini membuat proses setup lebih praktis. Pengguna tidak perlu mengatur semuanya dari awal setiap kali menggunakan speaker.
SL Room Control untuk Tuning dari Jarak Jauh
Teknologi Active Integration memberikan kemampuan kontrol jaringan yang menjadi salah satu keunggulan utama speaker.
PreSonus menyediakan SL Room Control untuk iPad, Mac, dan Windows. Software tersebut memungkinkan pengguna melakukan setup, tuning, serta monitoring dari jarak jauh.
Teknisi dapat mengontrol speaker secara individual maupun dalam grup. Parameter yang tersedia mencakup maximum SPL, output level, high-pass filter, mode operasi, mute, dan speaker delay.
Fitur ini sangat berguna ketika teknisi melakukan soundcheck. Pengguna dapat berdiri di area audiens sambil melakukan penyesuaian sistem.
31-Band Graphic EQ dan 8-Band Parametric EQ
Kondisi akustik setiap ruangan tentu berbeda. Karena itu, sistem menyediakan berbagai pilihan equalization.
Pengguna mendapatkan 31-band graphic EQ untuk melakukan koreksi umum. Tersedia juga 8-band parametric EQ untuk penyesuaian yang lebih spesifik.
Sistem menyediakan feedback notch filter. Teknisi dapat menggunakannya untuk menangani frekuensi tertentu yang berpotensi memicu feedback.
Pengaturan tersebut dapat dilakukan melalui SL Room Control. Teknisi juga dapat menyimpan dan memanggil kembali konfigurasi yang sudah dibuat.
Dukungan Ethernet, Wi-Fi, dan Dante
Speaker mendukung komunikasi melalui Ethernet maupun Wi-Fi. Fleksibilitas tersebut membantu pengguna menyesuaikan sistem dengan kebutuhan venue.
Network Setup Wizard dapat mendeteksi speaker dalam jaringan. Pengguna kemudian dapat menghubungkannya dengan wireless router.
Untuk kebutuhan jaringan audio profesional, tersedia opsi optional SL-Dante-SPK card. Kartu tersebut memungkinkan perangkat terhubung ke jaringan Dante.
Pengguna dapat memanfaatkan kabel CAT5e atau CAT6 untuk distribusi audio. Solusi ini dapat mengurangi kebutuhan kabel analog dalam sistem berskala besar.
Input XLR/TRS dan XMAX Class A Mic Preamp
Bagian belakang speaker menyediakan combo XLR/TRS line input. Tersedia pula XLR microphone input dengan XMAX Class A mic preamp.
Input mikrofon tersebut dilengkapi phantom power 12V. Konfigurasi ini memberikan fleksibilitas ketika pengguna ingin menghubungkan mikrofon secara langsung.
Speaker juga menyediakan balanced XLR Mix output. Output tersebut dapat digunakan untuk meneruskan sinyal ke perangkat audio lainnya.
Selain input mixer, tersedia speaker-level attenuation control. Teknisi dapat mengatur level speaker sesuai kebutuhan sistem.
Desain Kabinet yang Mendukung Mobilitas
PreSonus menggunakan kabinet plywood yang dirancang untuk kebutuhan profesional. Dua handle ergonomis membantu pengguna saat membawa speaker.
Kabinet juga menyediakan interlocking stacking untuk kebutuhan penataan. Fitur tersebut memberikan fleksibilitas ketika pengguna menyusun sistem.
M10 fly points tersedia untuk kebutuhan instalasi. Speaker juga memiliki dual-position pole mounts.
Pengguna dapat memasangnya pada stand atau subwoofer dengan posisi 90 derajat. Posisi lainnya memberikan kemiringan 10 derajat ke bawah.
Fleksibilitas tersebut membantu teknisi mengarahkan coverage dengan lebih tepat.
Bisa Digabungkan dengan StudioLive 18sAI
Woofer 12 inci sudah mampu menangani kebutuhan frekuensi rendah dalam sistem full-range. Namun, beberapa aplikasi membutuhkan bass yang lebih dalam dan bertenaga.
Untuk kebutuhan tersebut, perangkat menyediakan External Subwoofer Mode. Mode ini dirancang untuk digunakan bersama StudioLive 18sAI.
Konfigurasi tersebut mengaktifkan low-cut filter dan alignment delay. Sistem dapat membentuk konfigurasi true 4-way ketika dipadukan dengan subwoofer yang sesuai.
Tersedia pula opsi overlap pada 100 Hz. Fitur ini membantu memberikan tambahan punch pada area low-frequency.
Konfigurasi subwoofer sangat cocok untuk konser, DJ, festival, dan acara musik. Untuk speech atau presentasi, sistem full-range mungkin sudah mencukupi..

Baca Juga: Rekomendasi Sound System PreSonus Terbaik untuk Kebutuhan Audio Profesional
Perbedaan PreSonus SLS 312AI dan SLS 315AI
SLS 312AI dan SLS 315AI sama-sama berada dalam keluarga StudioLive AI. Keduanya menggunakan teknologi Active Integration, DSP 32-bit 96 kHz, amplifier Class D triamped 2.000 watt, serta driver coaxial CoActual 8 inci.
Perbedaan paling jelas terdapat pada ukuran woofer. SLS 312AI menggunakan woofer 12 inci, sedangkan SLS 315AI menggunakan woofer 15 inci.
| Spesifikasi | SLS 312AI | SLS 315AI |
|---|---|---|
| Konfigurasi | 3-way | 3-way |
| Woofer | 12 inci | 15 inci |
| Midrange | CoActual 8 inci | CoActual 8 inci |
| Compression Driver | Titanium 1,75 inci | Titanium 1,75 inci |
| Amplifier | 2.000 watt RMS | 2.000 watt RMS |
| Amplifikasi | Triamped Class D | Triamped Class D |
| DSP | 32-bit / 96 kHz | 32-bit / 96 kHz |
| Active Integration | Ya | Ya |
| SL Room Control | Ya | Ya |
| Networking | Ethernet & Wi-Fi | Ethernet & Wi-Fi |
| Dante | Optional card | Optional card |
SLS 312AI untuk Sistem yang Lebih Ringkas
SLS 312AI menggunakan woofer 12 inci. Ukuran tersebut membuatnya menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan keseimbangan antara output, low-end, dan mobilitas.
Speaker ini cocok untuk live sound, instalasi venue, serta aplikasi mobile. Konfigurasi full-range juga memungkinkan pengguna menggunakannya tanpa subwoofer dalam kebutuhan tertentu.
SLS 315AI dengan Woofer 15 Inci
SLS 315AI menggunakan woofer 15 inci. Diameter yang lebih besar memberikan pendekatan berbeda pada reproduksi frekuensi rendah.
Model tersebut dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang membutuhkan karakter low-frequency yang lebih besar dari kabinet full-range.
Namun, perlu diperhatikan bahwa keduanya sama-sama menggunakan amplifier 2.000 watt RMS. Jadi, perbedaan ukuran woofer tidak berarti SLS 315AI memiliki daya amplifier lebih besar.
Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Jika prioritas Anda adalah sistem yang lebih ringkas dan fleksibel, SLS 312AI menjadi pilihan menarik. Woofer 12 inci memberikan keseimbangan yang baik untuk berbagai kebutuhan.
Jika Anda mengutamakan kapasitas driver low-frequency yang lebih besar, SLS 315AI dapat dipertimbangkan. Pilihan akhir tetap harus menyesuaikan ukuran venue, jenis acara, dan kebutuhan sistem.
Cocok untuk Live Sound hingga Instalasi Venue
Kombinasi amplifier, DSP, networking, dan desain 3-way membuat speaker ini fleksibel.
Untuk konser dan pertunjukan musik, output tinggi menjadi salah satu keunggulannya. Driver coaxial juga membantu menjaga detail instrumen dan vokal.
Untuk acara perusahaan, intelligibility menjadi faktor penting. Sistem dapat membantu mempertahankan kejernihan suara pembicara.
Venue permanen juga dapat memanfaatkan kemampuan networking. Teknisi dapat mengatur beberapa speaker dari satu sistem kontrol.
Fitur penyimpanan preset turut mempercepat proses setup. Konfigurasi yang sudah dibuat dapat digunakan kembali ketika sistem dipasang di venue yang sama.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli
Pemilihan speaker sebaiknya mengikuti kebutuhan sistem. Jangan hanya melihat ukuran woofer atau angka daya.
Pertimbangkan ukuran venue dan jumlah audiens. Keduanya menentukan kebutuhan SPL dan jumlah kabinet.
Jenis acara juga memengaruhi konfigurasi. Konser dan DJ mungkin membutuhkan subwoofer tambahan.
Sementara itu, acara speech dan presentasi lebih mengutamakan intelligibility. Dalam kondisi tersebut, kualitas distribusi suara menjadi perhatian utama.
Pertimbangkan pula kebutuhan jaringan. Jika ingin melakukan remote tuning, perencanaan Ethernet atau Wi-Fi perlu diperhatikan.
Kesimpulan
PreSonus SLS 312AI menawarkan kombinasi speaker aktif 3-way, woofer 12 inci, driver coaxial CoActual 8 inci, amplifier Class D 2.000 watt RMS, dan DSP 32-bit 96 kHz.
Teknologi CoActual membantu menghasilkan acoustic center yang konsisten. Sementara itu, Active Integration memberikan kontrol jaringan untuk setup, tuning, dan monitoring.
SL Room Control memungkinkan teknisi mengakses berbagai parameter dari iPad, Mac, maupun Windows. Pengguna juga dapat memanfaatkan graphic EQ, parametric EQ, delay, limiter, dan berbagai fungsi lainnya.
Dibandingkan SLS 315AI, perbedaan utama terletak pada woofer. SLS 312AI menggunakan woofer 12 inci, sedangkan SLS 315AI menggunakan woofer 15 inci. Keduanya tetap menggunakan amplifier 2.000 watt RMS dan teknologi DSP yang serupa.
Dengan fleksibilitas tersebut, SLS 312AI cocok untuk live sound, instalasi venue, mobile sound, hingga penggunaan sebagai floor monitor.
PreSonus SLS 312AI tersedia di Melodia Musik, toko alat musik terbaik dan terlengkap se-Indonesia. Melodia Musik menyediakan berbagai kebutuhan alat musik, audio, dan perlengkapan profesional untuk musisi maupun pelaku industri audio.
FAQ PreSonus SLS 312AI
1. Apa itu PreSonus SLS 312AI?
SLS 312AI merupakan speaker aktif profesional dengan konfigurasi 3-way. Sistem menggunakan woofer 12 inci dan driver coaxial CoActual 8 inci.
2. Berapa daya amplifier SLS 312AI?
Speaker menggunakan amplifier Class D triamped dengan total daya 2.000 watt RMS.
3. Apa perbedaan SLS 312AI dan SLS 315AI?
Perbedaan utamanya terletak pada ukuran woofer. SLS 312AI menggunakan woofer 12 inci, sedangkan SLS 315AI menggunakan woofer 15 inci.
4. Apakah SLS 315AI lebih bertenaga daripada SLS 312AI?
Tidak jika dilihat dari daya amplifier. Keduanya menggunakan sistem amplifikasi 2.000 watt RMS. Perbedaannya lebih berkaitan dengan ukuran woofer dan karakter low-frequency.
5. Apa itu teknologi CoActual?
CoActual merupakan desain coaxial yang menggabungkan driver midrange dan compression driver. Konfigurasi ini membantu menghasilkan acoustic center yang konsisten.
6. Apakah speaker bisa digunakan sebagai floor monitor?
Bisa. Tersedia mode Floor Monitor yang dirancang untuk penggunaan sebagai stage wedge.
7. Apakah bisa dikontrol melalui iPad atau laptop?
Bisa. SL Room Control mendukung iPad, Mac, dan Windows untuk melakukan setup, tuning, dan monitoring.
8. Apakah speaker mendukung Wi-Fi?
Ya. Sistem mendukung koneksi Ethernet dan Wi-Fi untuk kontrol jaringan.
9. Apakah tersedia EQ internal?
Ya. Sistem menyediakan 31-band graphic EQ dan 8-band parametric EQ. Pengguna juga mendapatkan feedback notch filter.
10. Apakah mendukung Dante?
Ya. Pengguna dapat menambahkan optional SL-Dante-SPK card untuk integrasi dengan jaringan Dante.
11. Apakah membutuhkan subwoofer tambahan?
Tidak selalu. Woofer 12 inci dapat digunakan sebagai sistem full-range. Namun, subwoofer dapat menambah kedalaman dan tenaga pada frekuensi rendah.
12. Subwoofer apa yang bisa digunakan?
PreSonus menyediakan External Subwoofer Mode untuk menggabungkan sistem dengan StudioLive 18sAI.
13. Apakah tersedia input mikrofon?
Ya. Speaker memiliki XLR microphone input dengan XMAX Class A mic preamp dan phantom power 12V.
14. Apakah bisa dipasang menggunakan speaker stand?
Bisa. Speaker menyediakan dual-position pole mounts dengan posisi 90 derajat dan kemiringan 10 derajat ke bawah.
15. Di mana bisa mendapatkan SLS 312AI?
PreSonus SLS 312AI tersedia di Melodia Musik, toko alat musik terbaik dan terlengkap se-Indonesia. Untuk informasi stok dan pembelian, calon pengguna dapat menghubungi Melodia Musik terlebih dahulu.
